Minggu, 28 Juni 2020

TIDAK TAAT KEPADA PEMERINTAH ADALAH KEMAKSIATAN


📑 Rasulullah  _Shallallahu alaihi wa sallam_ bersabda :

*مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ، وَمَنْ يُطِعِ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي* 

❝Barangsiapa menaatiku, sungguh dia telah menaati Allah.

 ❝Barangsiapa memaksiatiku (melanggar Sunnah/ajaran Nabi), sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah.

 ❝Barangsiapa menaati pemimpin, sungguh dia telah menaatiku.

 ❝Barangsiapa bermaksiat (tidak menaati) kepada pemimpin, sungguh dia telah bermaksiat kepadaku.

📚 ( *HR. al-Bukhari* no. (2957 dan Muslim no. (1835). Redaksi hadits di atas adalah riwayat Imam al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

 *Ibnu Hajar al-Asqalani* _rahimahullah_ menjelaskan :

_*❝Dalam hadits tersebut terdapat dalil wajibnya menaati penguasa,* dengan syarat dalam perkara yang bukan maksiat._

 _❝Adapun hikmah dari perintah untuk menaati penguasa adalah  *terjaganya persatuan kaum Muslimin.* Sebab, dalam perpecahan terdapat (banyak) kerusakan.”_ 

*📖 (Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, 13/112)*

↪️ https://asysyariah.com/nasihat-untuk-bersungguh-sungguh-menaati-pemerintah-pada-masa-wabah/


📑Rasulullah  _Shallallahu alaihi wa sallam_ bersabda :

*“Setiap Muslim*
*wajib mendengar dan taat (kepada pemerintah), baik dalam hal yang dia suka maupun dia benci; kecuali jika dia diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, dia tidak boleh mendengar dan taat.”* 

📚 ( *HR. al-Bukhari* no. (7144) dan Muslim no. (1839). Lafaz hadits di atas adalah riwayat Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu)

Al-Mubarakfuri mengatakan :

*“Apabila pemimpin/penguasa memerintahkan sesuatu yang hukumnya mustahab (Sunnah) atau mubah (boleh), (hukumnya menjadi) wajib bagi kaum Muslimin untuk menaatinya.”*

*📚(Tuhfatul Ahwadzi, 4/393)*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tidak ada komentar:

Posting Komentar