Rabu, 03 Juni 2020

TETAPLAH KONTROL RASA TAKUTMU || SEBAB WABAH PENYAKIT


Jangan ekstrim kiri (menyepelekan) dan jangan ekstrim kanan (berlebih-lebihan)

Takut kepada Corona adalah takut tabiat, namun jangan sampai takut tabi'at berubah menjadi takut syirik. 

Kapan itu? 

Ketika takut tabi'at melampaui batas yang mengantarkan kepada keyakinan seperti keyakinan orang Arab jahiliyyah yang mana mereka berkeyakinan bahwa ada 'adwa (penyakit menular dengan sendirinya) tanpa izin Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membantah keyakinan tersebut dengan sabdanya :

لا عدوى

Tidak ada penyakit menular (menular dengan sendirinya tanpa izin Allah Subhanahu wa Ta'ala).

Jadi jangan takut pada virus Corona secara berlebih-lebihan, karena dia hanyalah sebab, dan sebab bagaimanapun banyaknya tidak akan mendatangkan pengaruh dengan sendirinya. 

Namun takutlah kepada Allah jika Dia izinkan sebab-sebab itu memberikan pengaruh.

📝 *Catatan :*
-  Pernyataan di atas tidaklah bertentangan dengan usaha untuk menempuh sebab, karena itu juga perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya bahkan menempuh sebab tanda kesempurnaan tawakkal.

- Tempuh sebab, hasilnya serahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


✍ *Ustadz Abul Irbadh Supriano Hafizhahullah*
(Pengasuh Pondok Pesantres Ibnu Abbas Bulukumba)

__ °•°•°•°•°__

Tidak ada komentar:

Posting Komentar