Kamis, 04 Juni 2020

PERBANYAK ISTIGHFAR


Ketika kita mendapatkan musibah, atau kondisi yang tidak nyaman dalam hidup kita, ada beberapa kemungkinan sebabnya. Bisa jadi karena Allah menghukum kita, agar menjadi kafarah bagi dosa kita. Bisa juga karena Allah mencintai kita dengan menguji kita dalam rangka meninggikan derajat kita.

Apapun itu, sikap yang lebih tepat adalah mengedepankan su'udzan kepada diri sendiri. Berburuk sangka dan meyakini, adanya musibah ini disebabkan dosa yang kita lakukan. 

Dan itulah yang Allah ajarkan dalam Al-Qur'an,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

_“Semua musibah yang menimpa kalian, itu disebabkan kemaksiatan yang kalian lakukan. Dan Dia telah mengampuni banyak dosa.”_ *(QS. as-Syura: 30).*

Oleh karena itu, para Ulama menyarankan agar kita memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah, terutama ketika sedang mendapatkan musibah dan kondisi hidup yang tidak nyaman.

Karena sungguh beruntung, mereka yang catatan amalnya banyak istighfarnya.

Dari Abdullah bin Busr Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِى صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

_“Sunngguh beruntung bagi orang yang mendapatkan dalam buku catatan amalnya, banyak istighfar.”_ *(HR. Ibn Majah 3950, dan dishahihkan al-Albani).*

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan :

"Istighfar adalah kebaikan yang paling agung. Oleh karena itu, siapa yang merasa kurang dalam perkataannya, atau kurang dalam amalannya, *atau kurang dalam rezekinya*, atau merasa gonjang-ganjing hatinya, maka hendaklah dia hadapi dengan kalimat tauhid dan istighfar".

*[Al-Fatawa 11/698]*



🖊  Ustadz Musyaffa' ad Dariny Lc, M.A.
_Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam_

*Oleh : Mutiara Risalah Islam*

>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar