Selasa, 30 Juni 2020

KEBAHAGIAAN HIDUP

Bismillaah, walhamdulillaah, wash sholaatu wassalaamu alaa rasuulillaah, wa alaa aalihii wa shohbihii wa man waalaah…_


✅  *SEBAB-SEBAB LAPANGNYA DADA*


▶  *(1) Sebab utama lapangnya dada adalah : TAUHID.*


Seperti apa kesempurnaan, kekuatan, dan bertambahnya tauhid seseorang, seperti itu pula kelapangan dadanya. 

๐Ÿ”นAllah Ta’ala berfirman :

ุฃَูَู…َู† ุดَุฑَุญَ ุงู„ู„ู‡ُ ุตَุฏْุฑَู‡ُ ู„ِู„ุฅุณْู„ุงู…ِ ูَู‡ُูˆَ ุนَู„َู‰ ู†ُูˆุฑٍ ู…ِّู†ْ ุฑَุจِّู‡ [ุงู„ุฒู…ุฑ: 22].

*_Apakah orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk menerima Islam, yang oleh karenanya dia mendapat cahaya dari Tuhannya, (sama dengan orang yang hatinya membatu?!)_*


๐Ÿ”น  Allah juga berfirman :

ูَู…َู†ْ ูŠُุฑِุฏِ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَู† ูŠَู‡ْุฏِูŠَู‡ُ ูŠَุดْุฑَุญْ ุตَุฏْุฑَู‡ُ ู„ِู„ุฅุณْู„ุงَู…ِ، ูˆَู…َู† ูŠُุฑِุฏْ ุฃَู† ูŠُุถِู„َّู‡ُ ูŠَุฌْุนَู„ْ ุตَุฏْุฑَู‡ُ ุถَูŠِّู‚ًุง ุญَุฑَุฌุงً ูƒَุฃَู†َّู…َุง ูŠَุตَّุนَّุฏُ ูِู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ [ุงู„ุฃู†ุนุงู…: 125].

*_Barangsiapa dikehendaki Alloh mendapat hidayah, maka Dia akan membukakan hatinya untuk menerima Islam. Sedang barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, maka Dia akan jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit._*


*Maka, petunjuk dan tauhid* ```adalah sebab utama lapangnya dada...```

*Sebaliknya syirik dan kesesatan,* ```adalah sebab utama sempit dan gundahnya dada.```


▶  *(2) Diantara sebab lapangnya dada adalah : Cahaya yang ditanamkan Alloh ke dalam hati hamba-Nya, yakni CAHAYA IMAN.*


Sungguh cahaya itu akan melapangkan dan meluaskan dada, serta membahagiakan hati...
๐ŸŒด๐ŸŒด

Apabila cahaya ini *HILANG* dari hati seorang hamba, maka hati itu akan menjadi *ciut dan gundah* , sehingga menjadikannya berada dalam penjara yang paling sempit dan sulit.


๐Ÿ”น  At-Tirmidzi meriwayatkan dalam *kitab Jami’nya* , bahwa Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda : 

*_“Jika cahaya (iman) itu masuk ke dalam hati, maka ia akan menjadi luas dan lapang”. Mereka (para sahabat) bertanya : “Wahai Rasulullah, lalu apa tanda-tandanya?” Beliau menjawab : “(Tandanya adalah jika hatinya menginginkan) kembali ke rumah keabadian, menjauh dari rumah kepalsuan, dan bersiap-siap menghadapi kematian sebelum ia datang”._*


Maka, seorang hamba akan mendapatkan *kelapangan dadanya, sesuai bagiannya dari cahaya (iman) ini* ...


Hal ini menyerupai cahaya dan kegelapan yang kasat mata, karena cahaya dapat melapangkan hati, sedang kegelapan bisa menciutkannya.
๐ŸŒด๐ŸŒด


▶  *(3) Diantaranya lagi adalah : ILMU.*


Ilmu akan melapangkan dada dan meluaskannya, hingga ia bisa menjadikannya lebih luas dari dunia. 
๐ŸŒด๐ŸŒด

Sebaliknya kebodohan bisa menjadikan hati ciut, terkepung, dan terpenjara. Semakin luas ilmu seorang hamba, maka semakin lapang dan luas pula dadanya. 
๐ŸŒด๐ŸŒด

Tentu, hal ini TIDAK BERLAKU untuk semua ilmu, *akan tetapi hanya untuk ilmu yang diwariskan dari Rosul -Shallallahu 'alaihi wa sallam* , yakni ilmu yang bermanfaat. 


Oleh karena itu, ahli ilmu menjadi orang yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling bagus akhlaknya, dan paling baik hidupnya.
๐ŸŒด๐ŸŒด


▶  *(4) Diantaranya lagi adalah : Kembali kepada Allah Ta’ala, mencintai-Nya sepenuh hati, menghadap pada-Nya, dan mencari kenikmatan dalam mengibadahi-Nya.* 


Karena, tidak ada sesuatu pun yang lebih mampu melapangkan dada seorang hamba melebihi itu semua, hingga kadang hati itu mengatakan : 

*_“Seandainya di dalam surga nanti, keadaanku seperti ini, maka sungguh itu berarti aku dalam kehidupan yang baik”._*


Sungguh *kecintaan* itu memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam melapangkan dada, membaikkan jiwa, dan menikmatkan hati. 
๐ŸŒด๐ŸŒด

Tidak ada yang tahu hal itu, kecuali orang yang pernah merasakannya. 


Dan ketika cinta itu semakin kuat dan hebat, maka saat itu pula dada menjadi semakin luas dan lapang.
๐ŸŒด๐ŸŒด

*Dan hati ini tidak akan menciut, kecuali saat melihat para pengangguran yang kosong dari hal ini.* 


Sungguh melihat mereka hanya akan mengotorkan mata hati, dan berkumpul dengan mereka hanya akan membuat *GERAH* jiwa.
๐ŸŒด๐ŸŒด


*Diantara sebab utama ciutnya dada adalah :* Berpalingnya hati dari Allah ta’ala, bergantungnya hati pada selain-Nya, lalainya hati dari mengingat-Nya, dan kecintaan hati pada selain-Nya.


*Karena, barangsiapa mencintai sesuatu selain Allah, niscaya ia akan disiksa dengannya, dan hatinya akan terpenjara oleh kecintaannya pada sesuatu tersebut.*
๐ŸŒด๐ŸŒด

Sehingga tiada orang di muka bumi ini, yang lebih sengsara, lebih penat, lebih buruk, dan lebih payah hidupnya melebihinya.


✅  *Maka, di sini ada dua cinta :*

*(a) Cinta yang merupakan : surga dunia, kebahagiaan jiwa, dan kelezatan hati.* 


Cinta yang merupakan kenikmatan, santapan, dan obatnya ruh. Bahkan dialah kehidupan ruh dan sesuatu yang paling disenanginya. 


Dialah cinta kepada Allah semata dengan sepenuh hati, dan tertariknya semua kesenangan, keinginan, dan kecintaan hati hanya kepada-Nya.
๐ŸŒด๐ŸŒด

*(b) Dan cinta yang merupakan : siksaan ruh, kegundahan jiwa, penjara hati, dan sempitnya dada.* 


Dialah sebab sakit, susah, dan beratnya jiwa. Itulah kecintaan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.


▶  *(5) Diantara sebab-sebab lapangnya dada adalah : Melanggengkan dzikir (mengingat)-Nya di segala tempat dan masa.* 


Karena, dzikir itu memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam melapangkan dada dan menikmatkan hati. 


Sebaliknya, lalai memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menciutkan, memenjarakan, dan menyiksa hati seorang hamba.
๐ŸŒด๐ŸŒด


*(6) Diantaranya lagi adalah : Membantu orang lain, dan memberikan manfaat kepada mereka, dengan apa yang ia mampui, dari hartanya, kedudukannya, badannya, dan berbagai macam kebaikan untuk orang lain.*


Oleh karena itu, orang yang *dermawan* dan punya banyak jasa, adalah orang yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya, dan paling nikmat hatinya. 


Sedangkan si *bakhil* yang tidak punya jasa baik, adalah orang yang paling sempit dadanya, paling buruk hidupnya, dan paling banyak gundah gulananya.
๐ŸŒด๐ŸŒด

๐Ÿ”น  Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- telah memberikan perumpamaan untuk *si bakhil dan sang dermawan* dalam sebuah hadits shohih *(riwayat Muslim: 1021),* yaitu: 

*_Seperti dua orang yang mempunyai baju perang dari besi. Setiap kali sang dermawan ingin bersedekah, baju besi itu menjadi tambah luas dan lebar, hingga ia menyeret bajunya dan menjadi panjang jejaknya. Sedangkan si bakhil, setiap kali ingin bersedekah, maka semua lingkaran rantai (yang menjadi penghubung rangkaian baju besi) itu menetapi tempatnya, dan tidak melebar hingga tidak cukup untuknya._*


Maka, inilah perumpamaan lapang dan luasnya dada seorang mukmin yang dermawan, dan ini pula perumpamaan ciut dan sempitnya dada si bakhil.
๐ŸŒด๐ŸŒด


▶   *(7) Dan diantaranya lagi adalah : Keberanian.*


Makanya seorang *pemberani* adalah seorang yang lapang dadanya, serta luas jiwa dan hatinya.


Sedangkan *pengecut* , adalah seorang yang paling ciut dadanya, dan paling terbatas hatinya. 

```Ia tidak memiliki kesenangan dan kebahagiaan. Ia juga tidak memiliki kenikmatan, kecuali kenikmatan yang dirasakan oleh hewan saja.```
๐ŸŒด๐ŸŒด


Adapun kebahagiaan, kelezatan, kenikmatan, dan kesenangan jiwa, maka itu tidak akan diberikan kepada mereka yang pengecut, sebagaimana ia tidak diberikan kepada mereka yang bakhil... 


dan mereka yang berpaling dari Allah Subhanahu, lalai dari mengingat-Nya, jahil dengan-Nya, dengan nama-namaNya, dengan sifat-sifatNya, dan dengan agama-Nya, serta hatinya tergantung dengan selain-Nya.
๐ŸŒด ๐ŸŒด 

Sungguh kenikmatan dan kebahagiaan ini, akan menjadi taman dan surga di alam kubur nanti...


Sebaliknya keciutan dan kesempitan hati mereka, akan menjadi siksaan dan penjara di alam kuburnya.
๐ŸŒด๐ŸŒด

*Maka, keadaan hamba di alam kubur nanti,*  ```itu seperti keadaan hati di dalam dada, baik dalam hal kenikmatan, siksaan, kebebasan, maupun terpenjaranya.
```

Dan BUKAN PATOKAN, bila ada kelapangan hati bagi si ini, dan keciutan hati bagi si itu, karena adanya sesuatu yang datang. 


Karena ia akan hilang dengan hilangnya sesuatu yang datang itu. Akan tetapi yang menjadi patokan adalah *sifat yang menancap di hati,* yang dapat membuatnya lapang atau ciut. Itulah timbangannya… _Wallahul musta’an._


▶  *(8) Diantaranya lagi -bahkan ini salah satu yang utama- adalah : Membersihkan hati dari kotoran, seperti sifat-sifat tercela yang menyebabkan hati menjadi ciut, tersiksa, dan menghalangi kesehatannya.*


Karena, jika sebab-sebab lapangnya hati itu datang kepada seseorang, sedang ia *belum mengeluarkan sifat-sifat tercela itu dari hatinya* , maka ia tidak akan mendapatkan kelapangan hati yang berarti. 
๐ŸŒด๐ŸŒด

Hasil akhirnya adalah adanya dua materi yang memenuhi hatinya, dan hatinya akan *dikuasai oleh apa yang lebih banyak menempati hatinya* . 


▶  *(9) Dan diantaranya lagi adalah : Meninggalkan setiap yang berlebihan, baik dalam ucapan, penglihatan, pendengaran, pergaulan, makanan, ataupun tidur.* 


Karena sikap berlebihan dalam ini semua, dapat menyebabkan hati menjadi sakit, gundah, resah, terkepung, terpenjara, ciut, dan tersiksa karenanya. *Bahkan kebanyakan siksaam dunia dan akhirat, bersumber darinya.*
๐ŸŒด๐ŸŒด

Maka, _laa ilaaha illallaah…_ betapa ciutnya dada orang yang menyimpan semua penyakit ini, betapa susah hidupnya, betapa buruk keadaannya, dan betapa terkepung hatinya…
๐ŸŒด๐ŸŒด

Dan _Laa ilaaha illallaah…_ betapa nikmatnya kehidupan seseorang yang dadanya menyimpan semua sifat yang terpuji itu, serta cita-citanya berputar dan mengitari semua sifat itu.


๐Ÿ”น  Tentulah orang ini memiliki bagian yang agung dari firman Allah Ta’ala :

ุฅู†َّ ุงู„ุฃَุจْุฑَุงุฑَ ู„َูِู‰ ู†َุนِูŠู… [ุงู„ุงู†ูุทุงุฑ: 13]

*_Sesungguhnya orang yang baik amalannya, berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan._*


๐Ÿ”น  Adapun yang itu, mereka memiliki bagian yang besar dari firman-Nya :

ูˆุฅู†َّ ุงู„ูُุฌَّุงุฑَ ู„َูِู‰ ุฌَุญِูŠู…ٍ [ุงู„ุงู†ูุทุงุฑ: 14]

*_Sesungguhnya orang-orang yang buruk amalannya, berada dalam neraka (yang penuh kesengsaraan)_*


Dan diantara keduanya ada banyak tingkatan yang berbeda-beda, tiada yang dapat menghitungnya, kecuali Allah Tabaaroka wa Ta’ala.
๐ŸŒด๐ŸŒด


Maksud kami (membawakan pembahasan ini adalah agar kita tahu) : 

Bahwa Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam– adalah makhluk yang paling sempurna dalam semua sifat terpuji yang bisa menjadikan kelapangan dada, keluasan hati, qurrotu ain, dan kehidupan jiwa. 


Oleh karena itulah, beliau menjadi makhluk yang paling sempurna dalam kelapangan dada, kehidupan hati, dan qurrotu ain. Belum lagi keistimewaan beliau dalam kelapangan hidup yang bisa dilihat mata.
๐ŸŒด๐ŸŒด

Dan makhluk yang paling sempurna dalam menirunya, dialah makhluk yang paling sempurna dalam kelapangan, kelezatan, dan qurrotu ainnya. 


Seperti apa seorang hamba dalam meniru beliau, maka seperti itu pula ia akan mendapatkan kelapangan dada, qurrotu ain, dan kelezatan jiwanya.
๐ŸŒด๐ŸŒด

Maka, beliau -Shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah orang yang menempati *posisi puncak kesempurnaan dari kelapangan dada* , kemuliaan nama, dan minimnya dosa.


Dan bagi pengikutnya dalam semua itu, ada bagian yang sesuai dengan kadar pengikutannya kepada beliau… wallahul musta’an.


Dan demikian pula (dalam hal lainnya), bagi pengikut beliau, ada bagian dari perlindungan, penjagaan, pembelaan, pemuliaan, pertolongan Allah untuk mereka, tergantung porsi peneladanan mereka terhadap beliau. 
๐ŸŒด๐ŸŒด


Ada yang dapat bagian sedikit, ada juga yang dapat bagian banyak. *Maka barangsiapa yang mendapati kebaikan pada dirinya, maka hendaklah ia memuji Allah.* 

Adapun yang mendapati selain itu, *maka janganlah ia mencela selain dirinya.*

_(Bagi yang ingin membaca naskah aslinya dalam bahasa arab, silahkan merujuknya ke kitab Zaadul Ma’aad, karya Ibnul Qoyyim, jilid 2, hal. 23)_



๐Ÿ–Š  Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny Lc, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam 

Oleh : Mutiara Risalah Islam

>>>>>>>>๐ŸŒบ๐ŸŒบ<<<<<<<<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar