Jumat, 12 Juni 2020

HAKEKAT RUH


๐Ÿ“ฉ *Penanya :* Prasetyo Sandy

Assalamu’alaikum Warahmatullaah wa barakaatuh..

Salam kenal ustadz… Saya pikir agak canggung jika saya ingin sharing mengenai yang satu ini. Tentang kebathinan dan jiwa. Siapa diri kita.

Mengupas *surah Al Isra ayat 85* yang artinya : 

_“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah ruh itu termasuk urusan Tuhanku. Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan SEDIKIT saja”_

untuk pengetahuan yang diberi kepada manusia yang SEDIKIT saja itu, maka saya ingin bertukar pendapat dngan saudara.

Apa kah yang dimaksud RUH, JIWA, BATHIN, DAN NYAWA.

Afwan jiddan akhi… Mohon sharingnya…

Wassalamu’alaikum wa rahmatullaah wa barakaatuh..

๐Ÿ“ *Jawaban :*

Waalaikumussalam warahmatullah wabarokatuh

๐Ÿ *Pertama :*
  Jawabannya ada dalam ayat yang antum sebutkan, dan di sini saya akan terjemahkan salah satu tafsiran ayat tersebut :

ูˆูŠุณุฃู„ูƒ ุงู„ูƒูุงุฑ ุนู† ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุงู„ุฑูˆุญ ุชุนู†ุชًุง، ูุฃุฌุจู‡ู… ุจุฃู† ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุงู„ุฑูˆุญ ูˆุฃุญูˆุงู„ู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุชูŠ ุงุณุชุฃุซุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจุนู„ู…ู‡ุง، ูˆู…ุง ุฃُุนุทูŠุชู… ุฃู†ุชู… ูˆุฌู…ูŠุน ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุงู„ุนู„ู… ุฅู„ุง ุดูŠุฆًุง ู‚ู„ูŠู„ุง

_“Orang-orang kafir akan bertanya kepadamu -dengan tujuan agar kamu salah dalam menjawabnya- tentang hakekat ruh… Maka jawablah, *'bahwa sesungguhnya hakekat dan keadaan ruh merupakan salah satu dari banyak hal yang hanya diketahui oleh Allah, sedangkan kalian dan seluruh manusia tidaklah diberikan pengetahuan, melainkan hanya pengetahuan yang sedikit”.*_ 

_(Tafsirul Muyassar, hal 290)._

Dan antara Roh, jiwa, batin, dan nyawa, itu bisa diartikan sama.

๐Ÿ *Kedua :*

 Usaha mencari hakekat dari ruh adalah perbuatan sia-sia, karena Allah telah mengisyaratkan bahwa manusia tidak akan dapat mengetahui hakekat ruh dan keadaannya

Camkanlah firman-Nya : 

_“Katakanlah : Roh itu termasuk urusan Tuhanku”…_

*Ingatlah sudah dari dulu orang-orang berusaha mencari hakekat ruh, tapi usaha mereka sia-sia*
```Dan tidak menghasilkan apa-apa, maka tidakkah kita mengambil pelajaran dari itu semua?```

๐Ÿ *Ketiga :*
  Ruh merupakan sesuatu yang gaib, dan kita tidak dapat mengatakan sesuatu tentangnya, kecuali dengan nash yang shohih. Sebagaimana perkara gaib lainnya, seperti : 

_surga, neraka, Malaikat, nikmat dan siksa kubur, hari kiamat, dll._

๐Ÿ“Œ Dan tidak ada nash shohih yang  menerangkan kepada kita tentang hakekat ruh. Yang ada hanyalah nash yang menerangkan tentang sebagian sifat-sifatnya.

๐Ÿ“Œ Berikut ini saya sebutkan *beberapa sifat* yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah :

1.   Ruh adalah sesuatu yang hidup dan bergerak.

2.   Ruh ada yang ditahan dan ada yang dilepas.

3.   Ruh bisa dipegang oleh tangan Malaikat.

4.   Ruh dapat masuk dan keluar dari badan manusia.

5.   Ketika Ruh meninggalkan tubuh saat kematian, mata bisa mengikuti arah gerakannya.

6.   Ruh bisa senang dan sedih.

7.   Ruh ada yang bisa terbang.

8.   Ruh masuk ke tubuh janin dengan tiupan Malaikat.

9.   Ruh bisa masuk surga.

10.   Ruh seorang mukmin bisa berbentuk burung yang hinggap di pohon-pohon surga.

11.   Ruh bisa mendengar.

12.   Keluarnya ruh seorang mukmin seperti mengalirnya tetesan air dari mulut kirbat (wadah air minum dari kulit).

13.   Ruh bisa dikafani oleh para Malaikat.

14.   Ruh bisa menerima bau parfum, sehingga menjadi sangat wangi.

15.   Ruh bisa pergi bersama para Malaikat sampai ke langit tujuh.

16.   Ruh kembali ke jasad seseorang sebelum ditanya oleh dua Malaikat.

17.   Ruh bisa di ajak berbicara, dan menjawab pertanyaan.

18.   Ruh memiliki memori pengetahuan, sehingga bisa mengingat apa yang pernah dilakukannya di dunia.

19.   Ruh bisa memakai pakaian surga.

20.   Ruh bisa merasakan luas dan sempitnya kuburan.

21.   Ruh seseorang akan hidup bersama amalannya yang dijelmakan sebagai orang yang bisa menemaninya.

22.  Ruh bisa berdoa memohon kepada Allah.

23.   Ruh punya rasa rindu kepada keluarga dan hartanya.

24.   Ruh bisa menjadi baik, dan bisa menjadi buruk, karena pengaruh amalan.

25.   Ruh bisa tercerai-berai di dalam jasad manusia.

26.   Ruh bisa tersanjung mendengar pujian malaikat yang memujinya, sebaliknya ia bisa tersakiti mendengar celaan Malaikat yang mencelanya.

27.    Ruh bisa dilemparkan dan dijatuhkan.

28.   Ruh bisa lupa dengan apa yang pernah diketahuinya.

29.   Alam ruh adalah alam gaib, sebagaimana alam Malaikat dan jin.

Inilah beberapa sifat ruh yang diterangkan dalam sebagian nash-nash Al-Qur’an dan As Sunnah. 

Dan bagi yang ingin mengetahui sandaran keterangan ini, maka berikut ini nash-nash yang menerangkan tentangnya :

ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰: ุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุชَูˆَูَّู‰ ุงู„ْุฃَู†ْูُุณَ ุญِูŠู†َ ู…َูˆْุชِู‡َุง ูˆَุงู„َّุชِูŠ ู„َู…ْ ุชَู…ُุชْ ูِูŠ ู…َู†َุงู…ِู‡َุง ูَูŠُู…ْุณِูƒُ ุงู„َّุชِูŠ ู‚َุถَู‰ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุงู„ْู…َูˆْุชَ ูˆَูŠُุฑْุณِู„ُ ุงู„ْุฃُุฎْุฑَู‰ ุฅِู„َู‰ ุฃَุฌَู„ٍ ู…ُุณَู…ًّู‰ [ุงู„ุฒُّู…َุฑِ: 42].

_"Allah-lah yang memegang nyawa seseorang ketika matinya dan (Dia juga yang memengang) nyawa seseorang yang belum mati ketika tidurnya. Maka Dia tahan nyawa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan Dia lepaskan nyawa orang yang lain hingga sampai waktu yang ditentukan._

ูˆَู‚َุงู„ ุชَุนَุงู„َู‰: {ูˆَู„َูˆْ ุชَุฑَู‰ ุฅِุฐِ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ُูˆู†َ ูِูŠ ุบَู…َุฑَุงุชِ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ูˆَุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ุจَุงุณِุทُูˆ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ุฃَุฎْุฑِุฌُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ُ} [ุงู„ْุฃَู†ْุนَุงู…ِ: 93]

_"(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat saat-saat orang dzholim berada dalam tekanan-tekanan sakarotul maut, sedang para Malaikat bersiap menengadahkan tangannya (dengan azab) seraya mengatakan : *“Keluarkanlah nyawamu!”".*_

ูˆَู‚َุงู„ ุชَุนَุงู„َู‰: {ูŠَุงุฃَูŠَّุชُู‡َุง ุงู„ู†َّูْุณُ ุงู„ْู…ُุทْู…َุฆِู†َّุฉُ – ุงุฑْุฌِุนِูŠ ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّูƒِ ุฑَุงุถِูŠَุฉً ู…َุฑْุถِูŠَّุฉً – ูَุงุฏْุฎُู„ِูŠ ูِูŠ ุนِุจَุงุฏِูŠ ูˆَุงุฏْุฎُู„ِูŠ ุฌَู†َّุชِูŠ} [ุงู„ูุฌุฑ: 27 – 29]

_"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan perasaan ridho dan diridhoinya, lalu masuklah ke dalam golongan hamba-hambaku (yang sholih), dan masuklah ke dalam surgaku!"_

ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰: ูˆَู„َุง ุชَุญْุณَุจَู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‚ُุชِู„ُูˆุง ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู…ْูˆَุงุชًุง ุจَู„ْ ุฃَุญْูŠَุงุกٌ ุนِู†ْุฏَ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠُุฑْุฒَู‚ُูˆู†َ (169) ูَุฑِุญِูŠู†َ ุจِู…َุง ุขุชَุงู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู†ْ ูَุถْู„ِู‡ِ ูˆَูŠَุณْุชَุจْุดِุฑُูˆู†َ ุจِุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„َู…ْ ูŠَู„ْุญَู‚ُูˆุง ุจِู‡ِู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ِู…ْ ุฃَู„َّุง ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ู‡ُู…ْ ูŠَุญْุฒَู†ُูˆู†َ (170) ูŠَุณْุชَุจْุดِุฑُูˆู†َ ุจِู†ِุนْู…َุฉٍ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูَุถْู„ٍ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุถِูŠุนُ ุฃَุฌْุฑَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ (171)

_"Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhan-nya, (dan) mereka mendapatkan rezeki (dari-Nya), Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan merasa senang dengan orang-orang (yang berjihad) yang belum menyusul mereka, bahwa tiada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka merasa senang dengan nikmat dan karunia dari Allah, dan karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman."_

ุซُู…َّ ูŠَูƒُูˆู†ُ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู…ُุถْุบَุฉً ู…ِุซْู„َ ุฐَู„ِูƒَ ุซُู…َّ ูŠُุฑْุณَู„ُ ุงู„ْู…َู„َูƒُ ูَูŠَู†ْูُุฎُ ูِูŠู‡ِ ุงู„ุฑُّูˆุญَ. (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡. ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ: 3208, ุตุญูŠุญ ู…ุณู„ู…: 2643)

_"Kemudian ia menjadi segumpal daging, lalu Allah mengutus seorang Malaikat, maka ia meniupkan Ruh padanya."_

ูˆَู‚َุงู„َ ุงู„ู†ุจูŠ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฅِู†َّ ุงู„ุฑُّูˆุญَ ุฅِุฐَุง ู‚ُุจِุถَ ุชَุจِุนَู‡ُ ุงู„ْุจَุตَุฑُ. (ุฑูˆุงู…ุณู„ู…: 920).

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

_“Sesungguhnya bila ruh itu dicabut, mata mengikutinya”_

ูˆَู‚َุงู„َ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฅู†ู…ุง ู†ุณู…ุฉ ุงู„ู…ุคู…ู† ุทุงุฆุฑ ููŠ ุดุฌุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ ุญุชู‰ ูŠุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุฅู„ู‰ ุฌุณุฏู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ. (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ: 2073, ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡: 4271، ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ).

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda :

_“Sesungguhnya nyawa seorang mukmin itu berbentuk burung di pohon surga, hingga nantinya pada hari kiamat dikembalikan lagi ke jasadnya”._ *(HR. Annasa’i: 2073, dan Ibnu Majah: 4271, dan dishohihkan oleh Syeikh Albani).*

[12/6 17.45] Dini: »»
*HAKEKAT RUH [1] ?!*
________✒


๐Ÿ“ฉ *Penanya :* Prasetyo Sandy

Assalamu’alaikum Warahmatullaah wa barakaatuh..

Salam kenal ustadz… Saya pikir agak canggung jika saya ingin sharing mengenai yang satu ini. Tentang kebathinan dan jiwa. Siapa diri kita.

Mengupas *surah Al Isra ayat 85* yang artinya :

_“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah ruh itu termasuk urusan Tuhanku. Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan SEDIKIT saja”_

untuk pengetahuan yang diberi kepada manusia yang SEDIKIT saja itu, maka saya ingin bertukar pendapat dngan saudara.

Apa kah yang dimaksud RUH, JIWA, BATHIN, DAN NYAWA.

Afwan jiddan akhi… Mohon sharingnya…

Wassalamu’alaikum wa rahmatullaah wa barakaatuh..

๐Ÿ“ *Jawaban :*

Waalaikumussalam warahmatullah wabarokatuh

๐Ÿ *Pertama :*
  Jawabannya ada dalam ayat yang antum sebutkan, dan di sini saya akan terjemahkan salah satu tafsiran ayat tersebut :

ูˆูŠุณุฃู„ูƒ ุงู„ูƒูุงุฑ ุนู† ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุงู„ุฑูˆุญ ุชุนู†ุชًุง، ูุฃุฌุจู‡ู… ุจุฃู† ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุงู„ุฑูˆุญ ูˆุฃุญูˆุงู„ู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุชูŠ ุงุณุชุฃุซุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจุนู„ู…ู‡ุง، ูˆู…ุง ุฃُุนุทูŠุชู… ุฃู†ุชู… ูˆุฌู…ูŠุน ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุงู„ุนู„ู… ุฅู„ุง ุดูŠุฆًุง ู‚ู„ูŠู„ุง

_“Orang-orang kafir akan bertanya kepadamu -dengan tujuan agar kamu salah dalam menjawabnya- tentang hakekat ruh… Maka jawablah, *'bahwa sesungguhnya hakekat dan keadaan ruh merupakan salah satu dari banyak hal yang hanya diketahui oleh Allah, sedangkan kalian dan seluruh manusia tidaklah diberikan pengetahuan, melainkan hanya pengetahuan yang sedikit”.*_

_(Tafsirul Muyassar, hal 290)._

Dan antara Roh, jiwa, batin, dan nyawa, itu bisa diartikan sama.

๐Ÿ *Kedua :*

 Usaha mencari hakekat dari ruh adalah perbuatan sia-sia, karena Allah telah mengisyaratkan bahwa manusia tidak akan dapat mengetahui hakekat ruh dan keadaannya

Camkanlah firman-Nya :

_“Katakanlah : Roh itu termasuk urusan Tuhanku”…_

*Ingatlah sudah dari dulu orang-orang berusaha mencari hakekat ruh, tapi usaha mereka sia-sia*
```Dan tidak menghasilkan apa-apa, maka tidakkah kita mengambil pelajaran dari itu semua?```

๐Ÿ *Ketiga :*
  Ruh merupakan sesuatu yang gaib, dan kita tidak dapat mengatakan sesuatu tentangnya, kecuali dengan nash yang shohih. Sebagaimana perkara gaib lainnya, seperti :

_surga, neraka, Malaikat, nikmat dan siksa kubur, hari kiamat, dll._

๐Ÿ“Œ Dan tidak ada nash shohih yang  menerangkan kepada kita tentang hakekat ruh. Yang ada hanyalah nash yang menerangkan tentang sebagian sifat-sifatnya.

๐Ÿ“Œ Berikut ini saya sebutkan *beberapa sifat* yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah :

1.   Ruh adalah sesuatu yang hidup dan bergerak.

2.   Ruh ada yang ditahan dan ada yang dilepas.

3.   Ruh bisa dipegang oleh tangan Malaikat.

4.   Ruh dapat masuk dan keluar dari badan manusia.

5.   Ketika Ruh meninggalkan tubuh saat kematian, mata bisa mengikuti arah gerakannya.

6.   Ruh bisa senang dan sedih.

7.   Ruh ada yang bisa terbang.

8.   Ruh masuk ke tubuh janin dengan tiupan Malaikat.

9.   Ruh bisa masuk surga.

10.   Ruh seorang mukmin bisa berbentuk burung yang hinggap di pohon-pohon surga.

11.   Ruh bisa mendengar.

12.   Keluarnya ruh seorang mukmin seperti mengalirnya tetesan air dari mulut kirbat (wadah air minum dari kulit).

13.   Ruh bisa dikafani oleh para Malaikat.

14.   Ruh bisa menerima bau parfum, sehingga menjadi sangat wangi.

15.   Ruh bisa pergi bersama para Malaikat sampai ke langit tujuh.

16.   Ruh kembali ke jasad seseorang sebelum ditanya oleh dua Malaikat.

17.   Ruh bisa di ajak berbicara, dan menjawab pertanyaan.

18.   Ruh memiliki memori pengetahuan, sehingga bisa mengingat apa yang pernah dilakukannya di dunia.

19.   Ruh bisa memakai pakaian surga.

20.   Ruh bisa merasakan luas dan sempitnya kuburan.

21.   Ruh seseorang akan hidup bersama amalannya yang dijelmakan sebagai orang yang bisa menemaninya.

22.  Ruh bisa berdoa memohon kepada Allah.

23.   Ruh punya rasa rindu kepada keluarga dan hartanya.

24.   Ruh bisa menjadi baik, dan bisa menjadi buruk, karena pengaruh amalan.

25.   Ruh bisa tercerai-berai di dalam jasad manusia.

26.   Ruh bisa tersanjung mendengar pujian malaikat yang memujinya, sebaliknya ia bisa tersakiti mendengar celaan Malaikat yang mencelanya.

27.    Ruh bisa dilemparkan dan dijatuhkan.

28.   Ruh bisa lupa dengan apa yang pernah diketahuinya.

29.   Alam ruh adalah alam gaib, sebagaimana alam Malaikat dan jin.

Inilah beberapa sifat ruh yang diterangkan dalam sebagian nash-nash Al-Qur’an dan As Sunnah.

Dan bagi yang ingin mengetahui sandaran keterangan ini, maka berikut ini nash-nash yang menerangkan tentangnya :

ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰: ุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุชَูˆَูَّู‰ ุงู„ْุฃَู†ْูُุณَ ุญِูŠู†َ ู…َูˆْุชِู‡َุง ูˆَุงู„َّุชِูŠ ู„َู…ْ ุชَู…ُุชْ ูِูŠ ู…َู†َุงู…ِู‡َุง ูَูŠُู…ْุณِูƒُ ุงู„َّุชِูŠ ู‚َุถَู‰ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุงู„ْู…َูˆْุชَ ูˆَูŠُุฑْุณِู„ُ ุงู„ْุฃُุฎْุฑَู‰ ุฅِู„َู‰ ุฃَุฌَู„ٍ ู…ُุณَู…ًّู‰ [ุงู„ุฒُّู…َุฑِ: 42].

_"Allah-lah yang memegang nyawa seseorang ketika matinya dan (Dia juga yang memengang) nyawa seseorang yang belum mati ketika tidurnya. Maka Dia tahan nyawa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan Dia lepaskan nyawa orang yang lain hingga sampai waktu yang ditentukan._

ูˆَู‚َุงู„ ุชَุนَุงู„َู‰: {ูˆَู„َูˆْ ุชَุฑَู‰ ุฅِุฐِ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ُูˆู†َ ูِูŠ ุบَู…َุฑَุงุชِ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ูˆَุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ุจَุงุณِุทُูˆ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ุฃَุฎْุฑِุฌُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ُ} [ุงู„ْุฃَู†ْุนَุงู…ِ: 93]

_"(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat saat-saat orang dzholim berada dalam tekanan-tekanan sakarotul maut, sedang para Malaikat bersiap menengadahkan tangannya (dengan azab) seraya mengatakan : *“Keluarkanlah nyawamu!”".*_

ูˆَู‚َุงู„ ุชَุนَุงู„َู‰: {ูŠَุงุฃَูŠَّุชُู‡َุง ุงู„ู†َّูْุณُ ุงู„ْู…ُุทْู…َุฆِู†َّุฉُ – ุงุฑْุฌِุนِูŠ ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّูƒِ ุฑَุงุถِูŠَุฉً ู…َุฑْุถِูŠَّุฉً – ูَุงุฏْุฎُู„ِูŠ ูِูŠ ุนِุจَุงุฏِูŠ ูˆَุงุฏْุฎُู„ِูŠ ุฌَู†َّุชِูŠ} [ุงู„ูุฌุฑ: 27 – 29]

_"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan perasaan ridho dan diridhoinya, lalu masuklah ke dalam golongan hamba-hambaku (yang sholih), dan masuklah ke dalam surgaku!"_

ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰: ูˆَู„َุง ุชَุญْุณَุจَู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‚ُุชِู„ُูˆุง ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู…ْูˆَุงุชًุง ุจَู„ْ ุฃَุญْูŠَุงุกٌ ุนِู†ْุฏَ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠُุฑْุฒَู‚ُูˆู†َ (169) ูَุฑِุญِูŠู†َ ุจِู…َุง ุขุชَุงู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู†ْ ูَุถْู„ِู‡ِ ูˆَูŠَุณْุชَุจْุดِุฑُูˆู†َ ุจِุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„َู…ْ ูŠَู„ْุญَู‚ُูˆุง ุจِู‡ِู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ِู…ْ ุฃَู„َّุง ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ู‡ُู…ْ ูŠَุญْุฒَู†ُูˆู†َ (170) ูŠَุณْุชَุจْุดِุฑُูˆู†َ ุจِู†ِุนْู…َุฉٍ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูَุถْู„ٍ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุถِูŠุนُ ุฃَุฌْุฑَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ (171)

_"Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhan-nya, (dan) mereka mendapatkan rezeki (dari-Nya), Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan merasa senang dengan orang-orang (yang berjihad) yang belum menyusul mereka, bahwa tiada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka merasa senang dengan nikmat dan karunia dari Allah, dan karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman."_

ุซُู…َّ ูŠَูƒُูˆู†ُ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู…ُุถْุบَุฉً ู…ِุซْู„َ ุฐَู„ِูƒَ ุซُู…َّ ูŠُุฑْุณَู„ُ ุงู„ْู…َู„َูƒُ ูَูŠَู†ْูُุฎُ ูِูŠู‡ِ ุงู„ุฑُّูˆุญَ. (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡. ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ: 3208, ุตุญูŠุญ ู…ุณู„ู…: 2643)

_"Kemudian ia menjadi segumpal daging, lalu Allah mengutus seorang Malaikat, maka ia meniupkan Ruh padanya."_

ูˆَู‚َุงู„َ ุงู„ู†ุจูŠ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฅِู†َّ ุงู„ุฑُّูˆุญَ ุฅِุฐَุง ู‚ُุจِุถَ ุชَุจِุนَู‡ُ ุงู„ْุจَุตَุฑُ. (ุฑูˆุงู…ุณู„ู…: 920).

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

_“Sesungguhnya bila ruh itu dicabut, mata mengikutinya”_

ูˆَู‚َุงู„َ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฅู†ู…ุง ู†ุณู…ุฉ ุงู„ู…ุคู…ู† ุทุงุฆุฑ ููŠ ุดุฌุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ ุญุชู‰ ูŠุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุฅู„ู‰ ุฌุณุฏู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ. (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ: 2073, ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡: 4271، ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ).

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda :

_“Sesungguhnya nyawa seorang mukmin itu berbentuk burung di pohon surga, hingga nantinya pada hari kiamat dikembalikan lagi ke jasadnya”._ *(HR. Annasa’i: 2073, dan Ibnu Majah: 4271, dan dishohihkan oleh Syeikh Albani).*


``

Baro’ bin Azib mengatakan :

Kami pernah berangkat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengiring jenazahnya seseorang dari Kaum Anshor, dan sampailah kami di pemakaman sebelum kuburan selesai digali.

Maka beliau pun duduk, dan kami duduk di sekeliling beliau (dengan sangat hikmat) -hingga seakan-akan ada burung yang hinggap tenang di kepala kami-, sedang tangan beliau membawa dahan yang beliau pukulkan ke tanah.

Beliau kemudian menengadahkan kepalanya dan mengatakan :

_“Mintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur! (beliau mengucapkannya dua atau tiga kali)._

_Lalu beliau mengatakan lagi :_

_“Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin, bila telah meninggalkan dunia dan pergi menuju akhirat, maka turunlah rombongan Malaikat dari langit dengan wajah yang putih, seakan wajah mereka adalah matahari._

_Mereka membawa sebuah kafan dan parfum dari surga, hingga mereka semua duduk di sisinya (yang banyaknya) hingga sejauh mata memandang._

_Kemudian Malaikat maut -alaihissalam- datang hingga duduk di sisi kepalanya dan mengatakan :_

_*‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah untuk menyambut ampunan dan keridhoan Allah!’…*_

_Lantas *ruh itu pun mengalir keluar, seperti mengalirnya tetesan air dari mulut kirbat (wadah air dari kulit),* lalu Malaikat maut itu mengambilnya_

_Ketika ia telah mengambilnya, para Malaikat yang lain tidak membiarkannya tetap dalam tangannya meski hanya sekejap, mereka langsung mengambilnya dan meletakkannya  dalam kafan dan parfum tersebut, sehingga ruh itu baunya seperti minyak wangi paling harum yang ada di muka bumi…_

_Malaikat tersebut lantas membawa naik ruh tersebut, hingga tidaklah mereka melewati sekawanan malaikat melainkan mereka bertanya-tanya :_

_*“Ruh siapakah yang wangi ini”?…*_

_Para Malaikat (yang membawa ruh tersebut) menjawab :_

_*“ini ruhnya si A anak si B, dan mereka menyebutnya dengan sebutan terbaik yang dipergunakan orang-orang ketika di dunia. (Begitu terus), hingga mereka sampai ke langit dunia, mereka meminta dibukakan, dan langsung dibukakan…*_

_Selanjutnya setiap penjaga langit tersebut, mengantarkan mereka hingga ke langit berikutnya, hingga sampai ke langit ke tujuh… Lantas Allah Azza wa Jalla menitahkan :_

_*“Tulislah catatan hamba-ku di ‘illiyyin dan kembalikanlah ia ke bumi, karena daripadanyalah Aku ciptakan mereka, dan ke dalamnyalah aku kembalikan mereka, serta daripadanya aku akan bangkitkan mereka lagi.*_

_Lantas ruh itu dikembalikan lagi ke jasadnya, kemudian dua Malaikat mendatangi dan mendudukkannya, lalu menanyakan :_

_*“Siapa Tuhan-mu?”.* Ia menjawab : *“Tuhan-ku Allah”.*_

_Keduanya bertanya lagi :_

_*“Apa Agamamu?”*. Ia menjawab :  *“Agamaku Islam”.*_

_Keduanya bertanya lagi :_

_*“Siapakah lelaki yang diutus kepada kalian itu?”.* Ia menjawab : *“Dia adalah utusan Allah, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam-“.*_

_Keduanya bertanya lagi :_

_*“Apa ilmu yang kau pelajari?”.* Ia menjawab : *“Aku membaca Kitabullah, aku mengimaninya, dan aku membenarkannya”.*_

_Kemudian ada penyeru dari langit mengatakan :_

_*“Hambaku benar, maka hamparkanlah hamparan dari surga, pakaikanlah untuknya pakaian surga, dan bukakanlah baginya pintu menuju surga!”…*_

_Maka datanglah kepadanya angin sepoi-sepoi dan bau harumnya surga, diluaskan kuburannya sejauh mata memandang._

_Lalu ia didatangi oleh laki-laki berwajah tampan, pakaiannya indah, dan wanginya semerbak… Laki-laki itu mengatakan kepadanya :_

_*“Bergembiralah dengan kabar yang menggembirakanmu, inilah hari yang dijanjikan untukmu!”*_

_Hamba itu bertanya :_

_*“Siapakah kamu? Wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan”.* Ia menjawab : *“Aku adalah amal sholehmu”.*_

_Hamba itu lalu mengatakan :_

_*“Wahai Tuhan-ku, segerakanlah kiamat, sehingga aku bisa kembali bersama kelurga dan hartaku!”.*_

_Adapun seorang hamba yang kafir, bila telah meninggalkan dunia dan pergi menuju akhirat, maka turunlah rombongan Malaikat dari langit dengan wajah yang  hitam._

_Mereka membawa sebuah kafan, hingga mereka semua duduk di sisinya (yang banyaknya) hingga sejauh mata memandang. Kemudian Malaikat maut –alaihissalam– datang hingga duduk di sisi kepalanya dan mengatakan :_

_*‘Wahai jiwa yang buruk, keluarlah untuk menyambut kemurkaan dan kemarahan Allah!’*…_

_Lantas ruh itu pun tercerai-berai dalam jasadnya, lalu Malaikat maut itu mencabutnya sebagaimana mencabut saffud (besi untuk menyate daging dengan lengkungan di ujung) dari kulit berbulu yang basah…_

_Ketika ia telah mengambilnya, para Malaikat yang lain tidak membiarkannya tetap dalam tangannya meski hanya sekejap, mereka langsung mengambilnya dan meletakkannya  dalam kafan tersebut, sehingga ruh itu keluar dengan bau bangkai yang paling busuk yang ada di muka bumi…_

_Malaikat tersebut lantas membawa naik ruh tersebut, hingga tidaklah mereka melewati sekawanan Malaikat melainkan mereka bertanya-tanya :_

_*“Ruh siapakah yang busuk ini”?…* Para Malaikat (yang membawa ruh tersebut) menjawab :_

_*“ini ruhnya si A anak si B, dan mereka menyebutnya dengan sebutan terburuk yang dipergunakan orang-orang ketika di dunia. (Begitu terus), hingga mereka sampai ke langit dunia, mereka meminta dibukakan, namun tidak dibukakan… Kemudian Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- membaca ayat (yang artinya) : “Pintu-pintu langit itu tidak dibukakan untuk mereka, dan mereka tidak akan masuk surga sehingga unta bisa masuk ke lubang jarum”.*_

_Lantas Allah Azza wa Jalla menitahkan :_

_*“Tulislah catatan hamba-ku di sijjin di bumi paling rendah!”…*_

_Maka ruh tersebut di lemparkan dengan lemparan yang kuat, kemudian Beliau membaca ayat (yang artinya) :_

_*“Barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka ia seperti terjatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh”.*_

_Lantas ruh itu dikembalikan lagi ke jasadnya, kemudian dua Malaikat mendatangi dan mendudukkannya, lalu menanyakan :_

_*“Siapa Tuhan-mu?”.* Ia menjawab : *“E.. e… aku tidak tahu”.*_

_Keduanya bertanya lagi :_

_*“Apa Agamamu?”*. Ia menjawab :  *“E.. e… aku tidak tahu”.*_

_Keduanya bertanya lagi :_

_*“Siapakah lelaki yang diutus kepada kalian itu?”.* Ia menjawab : *“E.. e… aku tidak tahu”.*_

_Kemudian ada penyeru dari langit mengatakan :_

_*“Ia salah, maka hamparkanlah hamparan dari neraka, dan bukakanlah baginya pintu menuju Neraka!”…*_

_Maka datanglah kepadanya angin dan panasnya Neraka, dan disempitkan kuburannya hingga remuk tulang-tulangnya._

_Lalu ia didatangi oleh laki-laki berwajah seram, pakainya lusuh, dan baunya busuk… Laki-laki itu mengatakan kepadanya :_

_*“Bergembiralah dengan kabar yang menyusahkanmu, inilah hari yang dijanjikan untukmu!”*_

_Ia bertanya : *“Siapakah kamu? Wajahmu adalah wajah yang mendatangkan keburukan”.* Ia menjawab : *“Aku adalah amal burukmu”.*_

_Ia lalu mengatakan : *“Wahai Tuhan-ku, janganlah Engkau segerakan kiamatnya!”.*_

*(HR. Ahmad, no hadits: 18534. Muhaqqiq Musnad mengatakan : “Sanadnya shohih, perawinya adalah perowi kitab shohih).*

Sekian… Wallahu ta’ala a’lam…

Apa yang benar dalam tulisan ini adalah dari Allah…

Dan apa yang salah dari tulisan ini, maka itu semua bersumber dari keterbatasan ilmu penulis dan dari setan…

_Wa subhaanakallohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik…_


๐Ÿ–Š  Ustadz Musyaffa' ad Dariny Lc, M.A.
_Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam_

*Oleh : Mutiara Risalah Islam*

>>>>>>>>๐ŸŒบ๐ŸŒบ<<<<<<<<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar