Selasa, 09 Juni 2020

40 Kali Ibadah Haji Ditutup Dalam Catatan Sejarah

Oleh : 
Ustadz Muhammad Jamil


📌 Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pemerintah Saudi sudah membatasi masuknya jamaah sejak Februari 2020 lalu. Pembatasan ini belum diketahui akan berlaku hingga kapan.

📌 Tapi, kita ingin mengingatkan sebagian orang yang berusaha mengait-ngaitkan dan mencocok-cocokkan fenomena ini dengan tanda-tanda akhir zaman. 

📌  Sebagai orang beriman, tentu iman kita tidak sah jika tidak beriman pada hari kiamat. Hanya saja, kalau ingin berbicara tentang hari kiamat haruslah didukung dengan dalil-dalil yang shahih dan  pemahaman yang shahih sesuai yang dijelaskan oleh para Ulama. Karena berbicara seputar hari kiamat itu termasuk berbicara tentang perkara yang ghaib dan kita dilarang meramal-ramal atau menduga-duga sesuatu perkara ghaib yang tidak didukung oleh dalil dan pemahaman yang shahih.

📌 Sebagian orang meyakini bahwa dengan ditutupnya pelaksaan ibadah umrah berarti sudah lampu kuning dan kalau berlanjut ke musim haji maka sudah lampu merah. Dengan yakinnya dia mengatakan bahwa kalau itu terjadi, seluruh bumi akan mengalami bencana-bencana alam yang mengerikan. 

📌 Kita ingin katakan pada mereka yang menyebarkan pemahaman seperti ini, janganlah menasehati orang dengan cara-cara seperti ini. Mengingatkan umat dengan hari kiamat dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya itu adalah hal yang bagus, tapi kita tidak boleh juga menghalalkan segala cara termasuk membuat kesimpulan-kesimpulan yang tidak pernah dijelaskan oleh para Ulama-ulama besar pendahulu kita.  Pelarangan haji disebagian waktu itu adalah hal yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Catatan sejarah memperlihatkan penutupan ibadah haji pernah dilakukan. Otoritas di Mekkah dan Madinah pada saat itu pernah meniadakan ibadah haji sebanyak 40 kali : 

📌  Berikut beberapa tahun bersejarah dimana ibadah haji pernah ditutup dikarenakan beberapa hal : 

🕋1. Qaramithah mencuri Hajar Aswad.

Pimpinan Qaramithah salah satu sekte Syi'ah Islamiyah membunuh jamaah haji yang sedang beribadah dan mengambil bongkahan Hajar Aswad. Batu mulia ini dikembalikan 22 tahun kemudian di daerah Hajr.

🕋2. Pada tahun 983 terjadi perselisihan Bani Abad dan Bani Abid serta tahun 1257 penduduk Hijaz dilarang berhaji.

Epidemi kembali terjadi pada 1858 yang menyebabkan penduduk Hijaz mengungsi ke Mesir. Di tahun 1864, 1000 peziarah meninggal perhari karena wabah yang sangat berbahaya. Saat itu karantina diberlakukan dengan bantuan dokter yang dikirim dari Mesir.

🕋3. Wabah Tha'un dan Wabah Hindi.

Akibat wabah Tha'un di wilayah Hijaz pada tahun 1814 ada sekitar 8000 korban meninggal dunia serta tahun 1831 pada musim haji tahun ini terjadi wabah yang dipercaya berasal dari India akibatnya sekitar tiga perempat jamaah haji meninggal pada tahun itu.

🕋4. Wabah epidemi tahun 1837 dan kolera tahun 1846.

Pada tahun 1837 Ka'bah pernah ditutup hingga tiga tahun berikutnya akibat wabah yang terjadi serta pada 1846 wabah kolera menyebar dan berimbas pada jamaah haji hingga ibadah ditiadakan dan berulang pada tahun 1850, 1865 dan 1883.

🕋5. Epidemi kembali terjadi pada 1858 yang menyebabkan penduduk Hijaz mengungsi ke Mesir
Di tahun 1864, 1000 peziarah meninggal perhari karena wabah yang sangat berbahaya. Saat itu karantina diberlakukan dengan bantuan dokter yang dikirim dari Mesir.

🕋6. Kematian karena kolera tahun 1892.

Pada tahun 1892 terdapat wabah kolera bertepatan pada musim haji dimana kondisi bertambah parah setiap harinya hingga mayat-mayat menumpuk. Kematian meningkat di Arafah dan mencapai puncaknya di Mina.

Tahun 1895 juga terjadi wabah typus, pandemi yang mirip dengan demam tifoid atau disentri terindikasi dari konvoi yang datang dari Madinah.

🕋7. Wabah Meningitis tahun 1987.

Tahun 1987 terjadi wabah meningitis menyebar sangat cepat, akibatnya 10.000 jamaah haji terinfeksi.

Jadi, yang ingin kami katakan adalah jangan suka pakai hadits lalu menafsirkannya menurut pemahaman sendiri tanpa merujuk pada penjelasan para Ulama hadits atau fenomena-fenomena yang terjadi lalu ditafsirkan secara bebas dan dicocok-cocokkan. 
Ada pepatah yang mengatakan : "meskipun kebohongan itu lari secepat kilat, suatu waktu kebenaran akan mengalahkannya."  Artinya, meskipun niatnya baik tapi kebohongan itu tidak akan pernah menang. Bahkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkategorikan setiap orang yang menyampaikan semua berita yang dia dengar tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu, maka dia juga termasuk salah seorang dari para pendusta tersebut. 

Semoga mencerahkan.

Wabillahi taufiq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar